Pada MTQ 2010 di Begkulu Aceh Harus Lebih Baik dari Papua

Harian Serambi Indonesia

2 July 2009, 10:23 Nanggroe Administrator
TAKENGON – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional yang akan digelar di Bengkulu pada tahun 2010 mendatang, diharapkan kafilah asal Provinsi Aceh, mampu meraih posisi lima besar. Kafilah Aceh hendaknya jangan sampai kalah dengan Provinsi Papua, yang terkenal dengan misionarisnya.

Hal itu, disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Aceh, Husni Bahri TOB, kepada sejumlah wartawan usai acara penutupan MTQ XXIX Tingkat Provinsi Aceh, di Kota Takengon, Selasa (30/6) dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB. “Target kita untuk MTQ tingkat Nasional, dapat masuk di posisi lima besar, jangan sampai kita kalah dengan Provinsi Papua yang dikenal dengan misionarisnya, apalagi Provinsi Aceh memiliki gelar Serambi Mekkah,” kata Husni Bahri TOB.

Untuk mencapai pretasi itu, kata Sekda, pembinaan terhadap para qari dan qari’ah harus terus berlanjut. “Saya yakin, kita bisa meraih posisi terbaik di tingkat Nasional, dan untuk seluruh pembina dari kafilah kabupaten/kota agar terus melakukan pembinaan,” ujarnya. Guna menunjang lancarnya pembinaan, Pemerintah Aceh akan tetap memprioritaskan anggaran dana untuk para peserta yang akan ikut MTQ Tingkat Nasional. “Kita akan tetap menganggarkan dana dari APBA dan APBK untuk menunjang pembinaan terhadap peserta MTQ,” imbuhnya.

Dewan hakim dilepas
Sementara itu, Bupati Aceh Tengah, Ir Nasaruddin MM, Selasa (30/6), melepas keberangkatan sejumlah dewan hakim MTQ ke-29 Provinsi Aceh untuk kembali ke daerah masing-masing setelah selama sepekan lebih berada di Takengon. Pelepasan sejumlah dewan hakim ini, berlangsung secara sederhana ditandai dengan pemberian cenderamata kepada seluruh dewan hakim. “Suksesnya pelaksanaan MTQ ke-29 Tingkat Provinsi Aceh, di Takengon karena adanya kerjasama yang baik antara panitia dan seluruh dewan hakim, yang telah sepekan lebih berada di Kabupaten Aceh Tengah,” kata Ir Nasaruddin.(c35)

Nagan Raya Stand Terbaik

Harian Rakyat Aceh

Kamis, 2 Juli 2009 | 08:52
Kabupaten Nagan Raya yang turut pada Pameran Bernuansa Islami dalam rangka memeriahkan MTQ ke-XXIX Tingkat Provinsi Aceh di Takengon, Aceh Tengah berhasil keluar sebagai juara umum stand terbaik. Pameran yang berlangsung sejak 22-29 Juni 2009 di Lapangan Gelengang Musara Alun Takengon, Senin lalu, ditutup oleh Ny. Sekda Provinsi Aceh, Ramlah Husni Bahri TOB.

Pameran bernuansa Islami yang dibuka oleh Ketua Dekranasda Aceh, Ny. Dewi Meuthia Muhammad Nazar pekan lalu, diikuti oleh 6 Kabupaten dan 2 Kotamadya. Keenam kabupaten yang mengikuti ajang pameran dengan tampilan produk hasil kerajinan pengrajin Aceh tersebut masing-masing, Kabupaten tuan rumah Aceh Tengah, Bener Meriah Singkil, Nagan Raya, Aceh Timur, dan Kabupaten Bireuen. Sedangkan dua Kotamadya yakni, Kotamadya Subussalam dan Kotamadya Lhokseumawe.

Untuk stand terbaik yang menduduki peringkat II dan III diraih Stand pameran dari Bener Meriah dan Stand Koperasi Wanita Qurataaini, Aceh Tengah. Sedangkan juara Harapan I dan II diraih oleh Stand dari Kabupaten Singkil dan Stand Dekranas Aceh Tengah. (win)

Dewan Hakim MTQ Terima Bingkisan

Harian Rakyat Aceh

Kamis, 2 Juli 2009 | 08:51
Takengon–Sebelum meninggalkan daerah dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah, sebanyak 87 orang Dewan Hakim MTQ ke-XXIX Tingkat Provinsi Aceh, menerima bingkisan dari Bupati Aceh Tengah, Ir. H Nasaruddin MM, keamrin.

Koordinator Dewan Hakim, Drs. Tgk HA Gani Isa SH MH dihadapan Bupati Aceh Tengah, Ir H Nasaruddin MM dan muspida lainnya mengaku, meski kondisi udara Kota Takengon berbeda dengan kota asal mereka, namun tidak ditemuinya kendala para dewan hakim dalam melaksanakan tugasnya selama penyelenggaraan MTQ di daerah lumbung kopi itu. Semua pelayanan dan partisipasi dari panitia pelaksana MTQ ke-XXIX Tingkat Provinsi Aceh dinilainnya cukup baik.

Sementara itu Bupati Aceh Tengah, I. H Nasaruddin MM menyatakan, Pemda bersama seluruh lapisan masyarakat baru saja usai melaksanakan suatu pekerjaan besar dan panjang. Salah satu unsur dari pekerjaan tersebut adalah keikutsertaan para dewan hakim.

Dalam melaksanakan tugasnya para dewan hakim telah bekerja keras dan maksimal. Apalagi sebagai tuan rumah dan bagian dari panitia sukses dari pelaksanaan MTQ merupakan sukses dari satu kesatuan dan kebersamaan. (win)

Bupati Pidie Jaya berikan tiket haji kepada dua juara MTQ Aceh

Harian Waspada
MEUREUDU – Bupati Pidie Jaya, Drs. H. M. Gade Salam memberikan tiket haji kepada dua qari terbaik Kabupaten Pidie Jaya, yang mampu menembus, ikut serta pada pada MTQ tingkat nasional, setelah berhasil meraih juara pertama pada MTQ XXIX Provinsi Aceh di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, 22 hingga 29 Juni lalu.

Pemberian tiket ibadah haji ke Tanah Suci dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, diungkapkan Bupati, H. M. Gade Salam, tadi malam.

Kedua peserta atau juara terbaik Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXIX tingkat Provinsi Aceh, yang sekaligus mampu menembus, ikut serta pada MTQ tingkat nasional adalah Imran, juara pertama Cabang Tilawah dewasa putra dan Ihyauddin, juara pertama Tartilul Quran putra.

“Prestasi tahun ini amat menggembirakan, di mana kontingen Kabupaten Pidie Jaya, sudah mampu menembus sepuluh besar dari 23 kabupaten/kota di tingkat provinsi dan ikut serta di MTQ tingkat nasional, yaitu cabang Tilawah dan Tartil Al-Quran, mudah-mudahan tahun mendatang prestasi Pidie Jaya bertambah lagi, dengan kompensasi saya janjikan adalah tiket haji,“ tandas H. M. Gade Salam.

Selain juara pertama Cabang Tilawah dewasa putra dan juara pertama Cabang Tartilul Quran putra, kontingen Pidie Jaya juga meraih juara harapan II Cabang Tilawah kanak-kanak. Dususul juara III Cabang Tilawah remaja putri, juara III Hifdhil 5 juz dan tilawah putra, juara harapan II Hifdhil 5 juz putri.

Kemudian juara harapan III Hifdhil 30 juz, juara harapan III Tartilul Quran, juara harapan III Khattil Naskah Buku putri, juara harapan III Khattil Dekorasi putra, juara harapan II Tafsir Bahasa Inggeris putri, juara harapan II Tafsir Bahasa Indonesia putra serta juara harapan III Tafsir Bahasa Indonesia putri. “Kami doakan MTQ mendatang, prestasi yang diraih kontingen Pidie Jaya akan lebih baik lagi,“ tandas M. Gade Salam.

Pemkab Pidie Jaya hanya menjanjikan memberikan tiket haji itu khusus kepada juara pertama cabang tilawah putra, Imran dan juara pertama cabang Tartilul Quran putra, Ihyauddin. Sementara bupati juga menyatakan akan memperhatikan peserta lainnya, walau hanya mendapat juara harapan.
(dat05wsp)

3 qari/qariah Aceh Selatan raih tiket naik haji

Harian Wasapada
TAPAKTUAN – Bupati Aceh Selatan, Tgk Husin Yusuf, menyerahkan bonus kepada tiga qari/qariah terbaik yang berhasil meraih juara 1 Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-29 yang berlangsung di Takengon Aceh Tengah, tadi malam.

Dalam MTQ tingkat provinsi di kota dingin itu, Aceh Selatan berhasil menempati urutan empat, setelah sembilan pesertanya masuk ke babak final. Tiga orang raih juara 1, empat juara II, seorang juara III dan satu lainnya juara harapan 1.

Penyerahan bonus itu berlangsung seusai penyambutan kembalinya kafilah Aceh Selatan dari Takengon. Ketiganya adalah Fuadi, SH, juara 1 qiraah sab’ah putra, Dedek Nuweri Yolanda, juara 1 tilawah anak-anak putri serta Alfian Nikmat, juara 1 tagsir bahasa Inggris putra.

Kafilah Aceh Selatan tiba kembali di Tapaktuan melalui jalan Geumpang – Tutut, dipimpin Asisten II, H. Tanius M. Nur, SE. MM. Mereka disambut secara adat dan tepung tawar oleh Bupati Husin Yusuf, Sekdakab Harmaini dan jajaran Setdakab setelah dijemput ke perbatasan Krung Baru serta keliling Kotanaga sampai ke Desa Batu Itam.

Selain bonus naik haji, Bupati Husin Yusuf juga menyerahkan hadiah kepada empat qari/qariah juara II berupa uang tunai masing-masing Rp15 juta. Mereka adalah Siti Marhamah, juara II hifzil satu juz putri, Rusdi Kurnia, tilayah remaja putra, Yusrizal, tilawah anak-anak putra dan H. Muhammad Akhir, tilawah dewasa putra.

Sedangkan satu juara III yaitu cacat netra putra Tgk. Iskandar, mendapat bonus Rp10 juta dan Safriati juara harapan 1 tartil tilawah putri senilai Rp7 juta. Untuk 24 peserta lainnya yang belum dapat juara, juga mendapat bonus masing-masing Rp5 juta. “Ini salah satu bukti betapa agungnya Kitab Suci Al Quran sebagai kalam Ilahi Rabbi sebagai pedoman hidup bagi umat muslim,” katanya.
(dat05/wsp)